Second Winter: Last Winter?

Semester 3 baru saja berlalu. Tepatnya dua hari yang lalu. Huft, minggu-minggu perjuangan itu baru saja saya lewati. Banyak cerita yang sudah saya ukir. Yang paling berkesan adalah, (seperti biasa) menghabiskan hampir seantero waktu saya untuk bergulat dengan seabrek materi coursework; buku, lecture notes, prac class sheets, dan sejumlah tugas dengan deadline yang boleh dibilang ‘gila’. Belum lagi research project  yang makin ke sini makin ‘seru’. Ya, saya menyebutnya dengan ‘minggu-minggu berdarah’. Tapi, syukur Puji Tuhan, saya baru saja menyelesaikan satu semester lagi, sebelum akhirnya tiba di semester akhir saya, semester depan.

Harus saya akui, belakangan saya tidak punya banyak waktu untuk bercuap-cuap di sini. Waktu saya betul-betul terkuras habis dengan rutinitas belajar yang sangat sibuk. Tapi, saya sangat bersyukur karena punya kesempatan menulis hari ini setelah ‘ngos-ngosan‘ belajar.

Banyak hal luar biasa terjadi semester ini, dan tidak ada yang lebih yang dapat saya lakukan selain ucapan syukur buat semua berkat yang sudah terjadi sepanjang 4 bulan belakangan. Minggu ini, perkuliahan selesai dan masa-masa exam pun sudah di depan mata. Untungnya, masih ada 1 minggu “free“. Di sini mereka menyebutnya “SWOT Vacation“. Di minggu ini, resmi perkuliahan selesai dan tugas-tugas pun sudah harus selesai sebelum swot vac week ini dimulai. Selain itu, dengan berakhirnya perkuliahan semester 3 ini, musim gugur pun berakhir. Itu artinya, “winter“, alias musim dingin pun mengambil posisi si “fall” yang sudah menemani saya dan warga Aussie lainnya selama 3 bulan belakangan.

Jujur, winter bukan musim favorit saya. Datang dari negara beriklim tropis mungkin alasan utama mengapa saya bukan fans fanatik musim yang satu ini. Mungkin juga, karena harus bergumul lagi dengan cuaca yang super dingin yang akan berdampak pada mood  belajar, tentu saja. Hufttt…. Tapi, ada suatu keceriaan sesaat tahu bahwa secara ofisial Aussie memasuki musin dingin sejak 1 Juni kemarin. Saya kurang begitu paham kenapa saya begitu excited dengan musim dingin kali ini. Yang jelas, saya ingin melalui musim dingin kali ini dengan sebuah cerita menarik dan menantang lainnya. Mungkin saja, ini winter terakhir saya di negeri Kangguru. Atau mungkin juga ini winter kedua dan masih akan ada winter-winter lain menunggu saya di depan sana. Well, “who knows“.

IMG_9131

Courtesy Pribadi

Foto: Courtesy Pribadi

Courtesy Pribadi

Courtesy Pribadi

Courtesy Pribadi

Melbourne, 2 Juni 2015,

From my study cave: Richard Berry Building, The University of Melbourne