Berbagi Tips Wawancara AAS – Australia Award Scholarship

Lolos seleksi tahap 1 (Seleksi Adminstrasi) beasiswa AAS (Australia Award Scholarship) tentu merupakan berita gembira buat teman-teman, basodara yang sudah menghabiskan waktu berbulan-bulan melengkapi kelengkapan dokumen dan mengisi formulir aplikasi online.

Saya yakin bukan hanya waktu yang sudah teman-teman korbankan, tenaga, uang bahkan perasaan mungkin bisa jadi hal lain yang sudah teman-teman tuangkan untuk sampai lolos shotlist. Untuk itu, sangatlah penting untuk mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin untuk menghadapi seleksi wawancara.

Di postingan kali ini, saya akan membagikan beberapa tips untuk menghadapi wawancara JST (Joint Selection Team) Interview AAS.

  1. Kuasai aplikasi luar kepala. Isian aplikasi online teman-teman adalah patokan utama saat wawancara berlangsung. Untuk itu, kembali ke copy aplikasi yang pernah teman-teman simpan. Kuasai setiap line dalam aplikasi teman-teman. Saya tidak menyarankan untuk menghafal uraian jawaban teman-teman. Yang perlu teman-teman lakukan adalah pastikan ke diri teman-teman bahwa setiap uraian yang ada dalam aplikasi, teman-teman kuasai like the back of your hand.
  2. Praktek/ Simulasi Wawancara. Latihan wawancara pentng sekali teman-teman lakukan. Wawancara AAS sama halnya dengan pengalaman teman-teman saat mengikuti wawancara kerja. Membiasakan diri berada dalam suasana yang mirip dengan wawancara merupakan salah satu hal yang bisa teman-teman buat untuk memupuk rasa percaya diri teman-teman. Ajak teman atau kenalan teman-teman yang juga lolos ke seleksi wawancara. Arrange  waktu untuk bertemu dan praktek wawancara. Teman-teman bisa bertukar peran dalam simulasi wawancara tersebut. Salah satu bisa menjadi interviewer  terlebih dahulu, dan salah satunya lagi berperan sebagai interviewee. Kemudian bertukar peran.
  3. List semua pertanyaan yang mungkin ditanyakan dari isian aplikasi. Teman-teman juga bisa membuat sebuah list yang berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang mungkin bisa ditanyakan dari isian aplikasi teman-teman. Dengan membuat list seperti ini, teman-teman dapat membuat prediksi sendiri dan jauh-jauh hari mempersiapkan diri.
  4. Dukung uraian jawaban dengan data dan informasi aktual. Jawaban yang kuat dan menyakinkan adalah jawaban yang tidak hanya bersifat deskriptif tapi juga factual.Persiapkan data yang berhubungan dengan uraian jawaban yang akan teman-teman berikan. Misalnya, teman-teman ditanya pertayaan, “Why do you want to study in Australia?”. Mungkin teman-teman akan menjawab pertanyaan ini dengan memberikan uraian bahwa karena jarak Indonesia dan Australia dekat. Atau mungkin karena teman-teman pernah dengar, ataupun membaca bahwa sistem pendidikan di Australia sangat bagus. Tidak ada yang salah dengan jawaban-jawaban ini. Alangkah baiknya teman-teman dukung jawaban ini dengan data atau informasi lain yang membuat jawaban teman-teman jadi lebih powerful. Misalnya, jika teman-teman bilang bahwa sistem pendidikan di Aussie itu bagus, dukung dengan data misalnya dalam 10 tahun terakhir ada sejumlah banyak mahasiswa yang studi di Australia. Dengan menambahkan data seperti ini, teman-teman bukan hanya memperkuat jawaban teman-teman, melainkan teman-teman telah memberikan impression bahwa teman-teman tidak hanya ikut arus dan main-main dengan wawancara.
  5. Istirahat dan tidur yang cukup sebelum hari H. Mungkin hal ini merupakan hal yang simple dan sepele. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi, istirahat dan tidur yang cukup sehari sebelum jadwal wawacara merupakan hal yang sangat penting. Selain membantu teman-teman untuk merasa relax saat wawancara, dengan beristirahat yang cukup sehari sebelum wawancara, bisa menolong teman-teman untuk lebih fokus dalam menjawab pertanyaan dalam wawancara. Mungkin juga bisa memberikan rasa percaya diri dan mengurangi rasa nervous.
  6. Cari cara untuk meng-impress panel JST. Hal ini penting mengingat interviewers pasti akan mewawancarai ratusan bahkan ribuan pelamar. Untuk itu, teman-teman perlu memikirkan cara untuk membuat pewawancara mengingat teman-teman. Teman-teman bisa membawa alat peraga atau pendukung lain (yang tentunya berhubungan dengan isian aplikasi teman-teman). Teman-teman juga perlu ingat bahwa di akhir wawancara JST, teman-teman akan diberikan waktu untuk bertanya. Manfaatkan waktu itu untuk bertanya dan menyampaikan sesuatu yang bisa meng-impress team JST.
  7. Eye contact. Saat menjawab pertanyaan dalam wawancara, teman-teman perlu membuat eye contact yang cukup bukan hanya ke salah satu pewawancara yang mengajukan pertanyaan kepada teman-teman, tapi perlu sedapat mungkin melakukan kontak mata juga ke salah satu lagi pewawancara yang sedang ada di depan teman-teman.
  8. Hadir di tempat wawancara minimal 1 jam sebelum jadwal wawancara. Hal ini bisa membuat teman-teman terbiasa dengan situasi tempat wawancara. Selain itu, datang lebih awal bisa membuat rasa tegang teman-teman lebih berkurang, daripada datang saat injury time.

Semoga beberapa tips ini bermanfaat buat teman-teman yang sedang mempersiapkan diri untuk wawancara JST. Teman-teman juga bisa berkunjung ke postingan saya sebelumnya tentang tips wawancara JST dari salah satu alumni AAS di link berikut. (Postingan serupa)

Salam sukses,

Kupang, 17 Juli 2016.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s